jump to navigation

Parmalim Maret 31, 2010

Posted by pea in Batak.
Tags: , , , , ,
trackback

Sebelum masuknya pengaruh agama seperti Islam, Kristen, Katholik, Budha dan Hindu ke tanah batak, suku batak telah memiliki sistim kepercayaan tradisional, dan diantaranya yang sampai sejauh ini bertahan adalah Parmalim.

Disebutkan dalam websitenya http://www.parmalim.com, parmalim merupakan bentuk identitas pribadi dimana Ugamo Malim merupakan identitas kelembagaan. Parmalim berasal dari kata Par-Malim atau Par-Ugamo. Pengertiannya dibagi dalam dua bagian yaitu Malim yang berasal dari Haiason dan Parsolamon merupakan sifat dasar yang menjadi tujuan. Pengertian Malim yang kedua adalah Malim sebagai sosok pribadi.

Haiasaon diartikan kebersihan. Kebersihan fisik dan rohani. Parsolamon diartikan membatasi diri dari menikmati dan bertindak.

Sistem kepercayaan Parmalim adalah Harajaon Malim dengan tatanan keteraturan, kedamaian dan ketakwaan kepada Mulajadi Nabolon (Tuhan Yang Maha Esa). Persembahan kepada Mulajadi Nabolon yang disebut Pelean Debata “na ias jala malim” bersih dan suci. Pelaksanaannya diawali dari pribadi (keluarga) yang diteruskan dengan kegiatan se kampung. Bagi penganut kepercayaan Parmalim sendiri, Gondang Batak merupakan media persembahan kepada Mulajadi Nabolon. Adat Batk tetap dijalankan sebagai media untuk menjalin solidaritas, memperkuat silahturahmi, penghormatan sesame dan penghargaan hak kemanusiaan.

Penyebaran kepercayaan Parmalim sendiri melingkupi wilayah Toba-Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Labuhanbatu, Kota Medan, Batam, Pekan Baru, Duri, hingga sebahagian Pulau Jawa, Kalimantan, dan Pulau Irian Jaya dengan pusat wilayah keagamaannya berada di Hutatinggi-Laguboti.

Beberapa pribadi leluhur di tanah batak yang dianggap sebagai Malim, yakni Raja Uti, Simarimbulubosi dan Sisingamangaraja.

%d blogger menyukai ini: