jump to navigation

Sumpah dan Janji Maret 25, 2010

Posted by pea in Kristen.
Tags: , , , , ,
trackback

Matius 5:37 “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat” .

Untuk mengingatkan kita.
Alkitab menyatakan bahwa semua kebohongan berasal dari iblis, sebab dia adalah bapa segala dusta (Yoh. 8:44). Apabila kita berdusta, maka kita bukan berbicara berdasarkan inspirasi Roh Kudus, tetapi inspirasi setan. Dulunya, sebelum kita dilahirkan kembali, kita dikenal sebagai manusia yang mempunyai sifat dasar sebagai pembohong.

Lalu, apa sih sebenarnya arti sumpah itu?
Ibrani 6:16 “Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan.”

Dan bolehkah orang Kristen bersumpah?
Yakobus 5:12 “Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.”
Dan coba lah untuk melihat Matius 5 :33 – 36.
Bagaimana dengan Janji ?
Janji adalah sebuah kontrak psikologis antara 2 orang atau lebih, dimana terdapat interaksi adanya hak dan kewajiban dan suatu tuntutan yang memiliki resiko dalam hubungan.

Dalam beberapa kesempatan, Rasul Paulus mengikatkan dirinya dalam sebuah perjanjian, seperti perkataannya,
“Tetapi aku memanggil Allah sebagai saksiku…” (2 Kor. 1:23)
“Sebab Allah adalah saksiku…” (Fil. 1:8)
“Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta” (Gal. 1:20).

Pertanyaannya, apakah Paulus mengucapkan sumpah atau kah janji?

Yang penting di sini adalah BERBICARA dan BERKELAKUAN DENGAN BENAR! Karena setiap perkataan atau janji atau sumpah merupakan tindakan yang serius. Allah akan menuntut setiap perkataan yang main-main dan menyepelekan Allah yang Maha mengetahui.

Sumber : http://www.salib.net

%d blogger menyukai ini: