jump to navigation

Surat Untuk Yesus Maret 19, 2010

Posted by pea in Surat.
Tags: , ,
trackback

Bapa, Aku telah mengenal Engkau sangat lama dan setiap hari, aku selalu menemukan sesuatu yang menyenangkan dari-Mu.

Bapa, Terima kasih karena Engkau tidak pernah bosan atau menjauhi aku, dalam beberapa kesempatan dimana aku bersikap sangat menjijikkan, bigung dan pembual tentang segala hal tapi Kau begitu sabar dengan saya

Aku ingat betul, hari itu saya menemukan bahwa saya tidak hanya mencintai Kamu dengan segenap hati dan jiwa, tapi saya suka kamu lebih daripada siapa pun yang saya kenal.

Engkau menjadi teman pribadi saya melalui pengorbanan Putra-Mu yang kudus Yesus Kristus. Terima kasih Bapa atas segala kerendahan hati untuk hadiah gratis yang besar ini.

Engkau telah membuat saya, bangga menjadi diri saya sendiri, menunjukkan setiap emosi kemarahan yang ada pada saya Bapa masih memeluk saya hingga reda amarah saya

Aku telah bergumul dengan banyak hal dalam perjalanan hidup ku dan aku tau Engkau tetap berjalan mendampingin saya, Bapa hari yang indah itu, hari pembebasan akan datang bagi ku dan aku akan berada dalam kelompok yang selalu bernyanyi memuji dan memuliakan Engkau

Aku melangkah kepada-Mu seperti seorang bayi yang melangkah. Aku tau Bapa bahwa Engkau lah yang telah menyadarkan aku untuk memaafkan orang yang sangat saya benci karena luka yang telah dia perbuat kepada saya. Walau pun sangat sulit bagi saya untuk memaafkannya tapi Engkau tetap mengingatkan aku terhadap pengorbanan Anak-Mu yang tunggal Yesus Kristus.

Terima kasih Bapa .. aku pikir Kau begitu mengagumkan dan aku tidak dapat menunggu untuk memberikan kepada-Mu lebih banyak dan lebih dari diriku sendiri.

Aku tahu, Engkau tidak membiarkan aku sendirian, tapi ini sangat lama sekali, karena aku sangat ingin sekali bertemu muka dengan muka denga Bapa.

Saya memohon ijin-Mu, agar saya mampu menyelesaikan tugas – tugas saya sampai sedetail mungkin hanya untuk kemulian nama-Mu dan Engkau tau Bapa, ini sangat menyenangkan bagi ku.

Dengan semua cinta yang ada di hati anak-Mu
Sherry Cornett.

%d blogger menyukai ini: