jump to navigation

Kurt Cobain – Narkoba dan Hari Terakhir Maret 13, 2010

Posted by pea in Kurt Cobain.
Tags: , , , ,
trackback

Kecanduan Narkoba

Sebagaian hidupnya, Cobain berjuang melawan penyakit perut kronis yang tidak terdiagnosis dan hal ini sangat menyiksa kondisi fisiknya. Kondisi ini lah yang dikatakan melabilkan emosinya dan ia menghabiskan banyak waktu untuk mencari sumbernya. Namun, tidak satupun dari para dokter mampu menunjukkan penyebab tertentu, dugaan para dokter adalah bahwa ini merupakan salah satu tindakan yang diterimanya pada masa kanak-kanak atau terkait dengan tekanan-tekanan yang pada saat itu ia terima.

Dikatakan bahwa Cobain sudah memakai Mariyuana pada usianya yang ke 14 tahun. Pada tahun 1986, Cobain sudah memakai Heroin yang ia dapatkan melalui seorang bandar Narkoba local di Tacoma, Washington. Cobain menggunakan Heroin itu secara rutin dan di tahun 1990, ia telah menjadi seorang pecandu Narkoba. Cobain mengatakan bahwa “Hal ini saya lakukan untuk mengatasi kondisi perut saya yang menyakitkan, saya mencobanya dan setelah itu saya tidak mendapati sakit perut itu lagi sampai 3 hari lamanya, dan saya menikmati itu”

Kecanduan Cobain terhadap Narkoba sangat berpengaruh pada kondisi penampilan Nirvana diatas panggung. Suatu kali di tahun 1992, di suatu acara Saturday Night Live, dimana seorang Photografer Michael Levine mendapati bahwa Cobain tertidur. Setelah berulang kali tertangkap oleh kamera, terkait dengan hal ini Cobain mencerita pada penulis biografinya Michael Azerrad, “Mereka tidak seharusnya mengatakan kepada saya untuk berhenti. Aku benar-benar tidak peduli. Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya sedang melakukan ritual ilmu sihir atau semacamnya. Mereka tidak tahu apa-apa tentang hal itu sehingga, mereka berpikir bahwa setiap detik, aku akan mati.” Cobain juga overdosis pada malam yang sama, setelah tampil di Saturday Night Live.

Kecanduan Cobain terhadap Narkoba semangkin parah. Pada tahun 1992, Cobain berupaya mengikuti Rehabilitasi untuk mengatasi kecanduannya terhadap narkoba sesaat setelah ia mengetahui dirinya akan menjadi orang tua. Segera setelah keluar dari masa rehabilitasinya, Nirvana melakukan tour di Australia dan di dapati semua orang bahwa kondisi fisik Cobain sangat kurus dan pucat. Tidak lama setelah kembali dari tour tersebut, Cobain kembali lagi menggunakan Narkoba. Sebelum pertunjukan Nirvana di New York pada bulan Juli 1993, Cobain kembali mengalami Over Dosis. Alih-alih memanggil ambulans, Love justru menyuntik Cobain dengan Narkoba yang diperoleh secara ilegal untuk membawa dia keluar dalam keadaan sadar. Cobain tetap mengikuti pertunjukan Nirvana dan tidak ada satu pun dari masyarakat mengetahui sesuatu yang luar biasa telah terjadi pada dirinya.

Hari – hari terakhir Cobain

Setelah berakhirnya tour Nirvana di Munich, Jerman, pada 1 Maret 1994, Cobain didiagnosa menderita bronkitis dan radang tenggorokan parah. Pada 3 Maret 1994, Cobain terbang ke Roma bersama istrinya untuk melakukan perawatan medis. Pagi berikutnya Love menemukan Cobain sudah dalam keadaan over dosis. Cobain dilarikan ke rumah sakit dan ia mendapati dirinya yang lemah. Setelah 5 hari di rumah sakit, Cobain kembali ke Seattle. Dan belakangan Love mengatakan Cobain melakukan hal itu untuk bunuh diri.

Pada 18 Maret 1994, Love menelepon polisi untuk melaporkan bahwa Cobain mengunci pintu kamar dari dalam dan memegang sebuah pistol. Polisi datang dan mendapati bahwa pintu terkunci dari dalam, sebuah pil narkoba dan sebuah pistol berada di tangannya, Cobain mengatakan bahwa dia tidak ingin melakukan bunuh diri, ia hanya ingin bersembunyi dari Love. Ketika polisi bertanya pada Love, Love tidak mengatakan bahwa ia tidak melaporkan Cobain melakukan tindakan bunuh diri dan tidak melihat pistol.

Cobain setuju untuk menjalani program detoks dan tiba di Exodus Recovery Center, Los Angeles, California, pada 30 Maret. Pada malam berikutnya, Cobain berjalan keluar untuk merokok, lalu menaiki pagar yang tingginya lebih dari enam kaki untuk meninggalkan tempat itu. Dia naik taksi ke Los Angeles Airport dan terbang kembali ke Seattle. Selama 2 dan 3 April, Cobain terlihat berada di berbagai lokasi di sekitar Seattle, tetapi sebagian besar teman dan keluarga tidak mengetahui keberadaannya. Pada tanggal 3 April, Love menghubungi seorang detektif swasta, Tom Grant, dan menyewanya untuk menemukan Cobain. Keesokan harinya, seseorang mengaku sebagai ibu Cobain dan mengajukan laporan orang hilang. Laporan menyatakan bahwa Cobain “mungkin bunuh diri” dan telah membeli sebuah senapan.

Pada 8 April 1994, Cobain ditemukan di kamar kosong di atas garasi di Danau Washington oleh karyawan listrik Veca Gary Smith. Smith tiba di rumah pagi itu untuk menginstal lampu keamanan dan melihat Cobain terbaring di dalamnya. Selain dari jumlah kecil keluar darah dari telinga Cobain, Smith melaporkan tidak melihat tanda-tanda yang terlihat trauma, dan pada awalnya percaya bahwa Cobain sedang tidur. Smith menemukan apa yang dia pikir tentang catatan bunuh diri dengan pena berada di bawah pot bunga yang terbalik. Sebuah senapan, dibeli untuk Cobain oleh Dylan Carlson, ditemukan di sisi Cobain. Surat kematian Cobain menyimpulkan kematian Cobain adalah hasil dari sebuah luka senapan di kepala. Laporan memperkirakan Cobain tewas pada 5 April 1994.

%d blogger menyukai ini: