jump to navigation

Lubang Resapan Biopori Februari 19, 2010

Posted by pea in Teknologi.
Tags: , , ,
trackback

Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisme di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.

Bila lubang-lubang seperti ini dapat dibuat dengan jumlah banyak, maka kemampuan dari sebidang tanah untuk meresapkan air diharapkan semakin meningkat. Meningkatnya kemampuan tanah dalam meresapkan air akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah. Atau dengan kata lain dapat mengurangi bahaya banjir yang mungkin terjadi.

LUBANG RESAPAN BIOPORI (LBR)

Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 – 30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm, atau dalam kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang diisi dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya biopori.

Keunggulan dan manfaat pembuatan lubang resapan biopori ialah :

  1. Meningkatkan daya resapan air.
  2. Mengubah sampah organik menjadi kompos. Kompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, sayuran, dan jenis tanaman lainnya.
  3. Mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan)
  4. Memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman
  5. Mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah, malaria, dan kaki gajah (filariasis) akan dapat dihindari.

Lubang resapan biopori dapat dibuat di :

  1. Dasar saluran yang semula dibuat untuk membuang air hujan
  2. Dasar saluran yang dibuat di sekeliling batang pohon atau pada batas taman

Cara membuat

  1. Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diamter 10 cm. Kedalaman kurang lebih 100 cm atau tidak sampai melampaui muka air tanah bila air tanahnya dangkal. Jarak antar lubang antara 50 – 100 cm.
  2. Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2 – 3 cm dengan tebal 2 cm di sekeliling mulut lubang.
  3. Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, dedaunan, atau pangkasan rumput
  4. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.
  5. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan.

Sumber : http://www.biopori.com/

%d blogger menyukai ini: