jump to navigation

Mewaspadai Siasat Iblis Februari 5, 2010

Posted by pea in Kristen.
trackback

Iblis, dalam bahasa Ibrani artinya adalah “penuduh atau musuh”.  Iblis pada awalnya merupakan penghulu Malaikat yang  diciptakan oleh Tuhan dengan sempurna dan baik. Ia ditunjuk untuk melayani Tahta Allah. Namun, sebelum dunia dijadikan iblis telah memberontak kepada Allah dan menjadi musuh besar Allah dan manusia.

Dalam Kejadian 3: 1-6, iblis memakai ular untuk menyerang Allah melalui ciptaan-Nya yaitu manusia. Iblis hendak menyatakan bahwa apa yang telah dikatakan Allah kepada Adam itu tidak benar. Iblis menguasai ular dan memakainya sebagai sarana dalam mengadakan pencobaan kepada manusia. Iblis berusaha untuk menghancurkan iman manusia terhadap apa yang telah dikatakan Allah sebagai kebenaran.

Kita  perlu mewaspadai setiap pekerjaan iblis, karena kalau kita telah dapat diperdaya olehnya maka  kita tidak percaya lagi pada Allah, dan ia akan merampas segala kebaikan itu dari kita. Melalui firman di atas, kita dapat mengetahui langkah-langkah iblis dalam usahanya untuk memperdaya manusia, supaya terperangkap pada dustanya.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan iblis agar manusia masuk dalam perangkapnya, ialah :

1. Menimbulkan Keraguan

Iblis tidak menyangkal bahwa Allah telah berfirman kepada manusia itu, dengan mengatakan kepada Hawa: “Tentulah Allah berfirman: semua pohon dalam taman ini, jangan kamu makan buahnya, bukan?”, dalam Kejadian 3:1. Kelihatannya iblis hanya sekedar mengulang saja Firman Allah. Namun iblis itu mengatakan “semua..” pada Hawa. Iblis  seakan-akan hanya mempertayakan kembali, apakah Allah sungguh-sungguh telah berfirman?, apakah Hawa sudah mengerti maksud Allah itu baginya? Mungkin engkau salah mengerti tentang tentang perkataan Allah?. Ungkapan iblis ini adalah suatu anjuran dari iblis supaya Hawa meragukan kebaikan dan Firman Allah. Jika Allah sungguh-sungguh mengasihi engkau, Ia tidak akan menyembunyikan sesuatu kepadamu.

Iblis juga mempergunakan Firman Allah ketika mencobai Yesus. Setelah berpuasa  empat puluh hari dan empat puluh malam, laparlah Yesus. Lalu dicobai oleh iblis agar Ia makan. Iblis menggunakan Firman Allah.

“Jika engkau anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti” Matius 4:3

Tetapi Yesus tidak terpedaya dan tidak mau terperangkap oleh tipuan iblis, dan Yesus tetap kuat dan tegar oleh Firman Allah.

“Tetapi Yesus menjawab: “ada tertulis : manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah” Matius 4:4

Bisa saja orang duniawi akan mempergunakan Firman Allah untuk mencoba membujuk orang percaya supaya melakukan sesuatu yang salah, yang  kurang bijaksana dan bahkan perbuatan dosa.

2. Menyangkal  Firman Allah

Setelah iblis menimbulkan keragu-raguan pada Hawa, iblis terus berusaha untuk membuat Hawa supaya menyangkal Firman Allah. Iblis menegaskan kepada Hawa, “Sekali-kali kamu tidak akan mati..”, ayat 4 “Engkau tidak akan mati!”. Pernyataan ini merupakan langkah lanjutan dari meragukan kepada menyangkal Firman Allah. Tentunya Adam dan Hawa belum pernah melihat kematian yang sebenarnya. Untuk tetap hidup segala sesuatu yang dibutuhkan oleh Adam dan Hawa adalah hanya Firman Allah. Jika saja Hawa tidak mendengarkan iblis tentunya ia tidak akan terperangkap, mulai meragukan dan menyangkal Firman Allah itu.

3. Memperdaya Manusia

Manusia diperdaya dengan dustanya si iblis. “Engkau akan menjadi seperti Allah!”  Adam dan Hawa telah diciptakan sesuai dengan citra Allah, tetapi iblis mencobai mereka dengan sesuatu yang lebih besar yaitu: menjadi sama seperti Allah! Ini adalah suatu ambisi yang besar dari si iblis, Lucifer itu.

Iblis adalah mahluk ciptaan. Namun kemudian ia ingin disembah dan dilayani sama seperti Allah. Sikap inilah yang membawanya kepada pemberontakan untuk melawan Allah.

“Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai yang Yang Maha Tinggi” Yesaya 14:14

“Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah mahluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin” Roma 1:25

Dusta adalah perkataan iblis, dialah bapa segala dusta. Dusta sering disebut sebagai ciri khas iblis, dialah sumber segala kebohongan itu.

“Iblislah yang menjadi bapa mu dan kamu ingin melakukan keinginnan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” Yohanes 8:44

Dusta iblis kepada Hawa adalah ”engkau akan menjadi sama seperti Allah” (Kejadian 3:5). Mempercayai dusta iblis berarti  menolak kebenaran Allah.

Ketika manusia itu telah diperdaya oleh iblis, maka  seluruh pikiran manusia dapat dikuasainya dan  segala keinginan yang dikehendakinyapun masuk pada pikiran manusia itu. Kita melihat bagaimanakah respon atau sikap Hawa ketika ia mempercayai dusta iblis. Hawapun memiliki argumentasi dan jawaban sendiri, yang akhirnya  membawa dia jatuh ke dalam dosa.

Tanggapan Hawa adalah sebagai berikut:

1. Mengurangi Firman Allah

Perhatikan pesan Tuhan yang asli dengan perkataan Hawa. Hawa telah menghilangkan kata “dengan bebas” itu, dalam Kejadian 3:2. Bandingkan dengan Firman Allah yang sebenarnya yang terdapat dalam Kejadian 2:16.

“Lalu Tuhan Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas,” Kejadian 2:16

Dari peristiwa ini kita bisa memperoleh kesan bahwa Hawa telah mulai menerima anjuran setan yang licik itu, yaitu “Allah merahasiakan sesuatu padamu..”. Dengan menghilangkan kata “dengan bebas”, Hawa tidak hanya menjadikan Firman Allah menjadi kurang positif, tetapi menjadikan perintah Allah itu menjadi tambah negative. Berhati-hatilah, bilamana kita mulai meragukan firman Allah. Ketika kita mulai melupakan anugerah Allah dan kebaikan Allah, maka kita akan mudah sekali menjadi tidak taat pada kehendak Allah.

2. Menambahi Firman Allah

Mari kita perhatikan lebih lanjut lagi, bahwa kita tidaklah menemukan kata “ataupun raba buah itu”, dalam perintah Tuhan yang asli, dalam Kejadian 2:16-17. Hawa telah menambahi Firman Allah.

“tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati” Kejadian 3:3

Dengan perkataan Hawa yang ia telah tambahkan sendiri yaitu “ataupun raba buah itu”.  Setan menginginkan supaya kita mempercayai dia, dan bahwa perintah Tuhan itu berat, sehingga ia menawarkan sesuatu yang kelihatannya lebih menarik.

3. Mengubah Firman Tuhan

Mari kita perhatikan kembali Firman Tuhan dalam Kejadian 2:17 b, “.. janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” dan Allah tidak mengatakan, “nanti engkau mati”.

Setan terus berusaha untuk  mempengaruhi Hawa, bahkan Setan mempersilahkan Hawa untuk menilai sendiri pohon pengetahuan yang baik dan jahat itu, terlepas dari Firman Allah. Perhatikan pohon itu, lihatlah dengan baik. Bukanlah pohon itu kelihatannya baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati dan memberi pengertian.

Akhirnya, Hawapun harus membuat pilihan, ia harus memilih: Firman Allah atau perkataan iblis? Hawa menolak Firman Allah, ia lebih memilih percaya pada dusta iblis,  iapun mengambil buah itu dan memakannya, dan diberikannya juga kepada Adam suaminya. Akibatnya manusia masuk dalam perangkap iblis dan jatuh ke dalam dosa.

Mempercayai perkataan iblis akan menuntun orang pada kekalahan dan kehancuran bahkan kebinasaan, tetapi setiap orang yang percaya pada perkataan/Firman Allah akan dituntun kepada kemenangan. Allah menyempurnakan kehendak-Nya di bumi melalui kebenaran, tetapi iblis selalu berkeinginan untuk mewujudkan maksudnya melalui kebohongan/dustanya. Iblis itu adalah penipu, ia selalu menyamarkan dustanya seolah-olah kebenaran. Tentu saja iblis tidak pernah mau mempublikasikan bahwa ia adalah pendusta. Kita harus mewaspadai tipu muslihat setan dalam segala keadaan.

Supaya kita terhindar dari perangkap iblis, kita harus melakukan hal-hal berikut ini:

1. Memperkatakan dan merenungkan Firman Allah

Kita harus menggunakan Firman Allah dalam  menanggapi segala keadaan apapun dalam hidup kita. Kita harus setia kepada Firman Allah, dengan rutin membacanya, memperkatakan dan merenungkannya. Orang yang mengetahui Firman Allah akan memiliki hikmat untuk hidup benar dan berhasil dalam setiap usahanya. Jadikanlah Firman Allah itu sebagai penuntun utama dalam kehidupan kita.

“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” Yosua 1:8

2. Tetap berdoa dan berjaga-jaga

Kita bisa memohon kepada Tuhan, meminta Tuhan menolong kita menghindari yang jahat.

“Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat” Matius 6:13

Seperti seorang Ayah di dekat arus deras sebuah sungai, memperingatkan anaknya: ”sayang.., jangan sekali-kali mendekat ke sana..!”. Tuhan selalu mengawasi kita. Jika kita bertanya kepadaNya, ia akan memberitahukan kita ke mana seharusnya kita pergi dan apa yang harus kita lakukan.

“Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah” Matius 26:41

Iblis terus melawan untuk berperang terhadap Allah dan umatNya, ia berusaha untuk menjauhkan orang percaya dari kesetiaan kepada Kristus dan membawa mereka ke dalam dosa dan kebinasaan. Iblis terus mengelilingi bumi ini untuk berusaha mempengaruhi manusia, supaya tidak taat kepada Tuhan dan membinasakannya. Semua orang percaya merupakan sasaran khusus dari permusuhan iblis dan maksudnya yang jahat. Oleh karena itu, waspadalah terhadap segala tipu muslihat dan pencobaan iblis. Iblis selalu menciptakan kesempatan hidup dalam dosa, karena itu kita harus selalu menjauh dari kesempatan itu. Orang yang tidak mau memakan buah terlarang, ia harus menjauh dari pohon terlarang! Jangan sekali-kali pergi ke sana.

Jangan percaya pada dusta iblis. Berhati-hatilah menghadapi setiap godaan, siasat/pekerjaan setan ini. Kita harus setiap saat waspada, berjaga-jaga dan tetap berdoa.  Sebab lebih baik kita menghindari umpan iblis, dari pada kita meronta-ronta dalam perangkapnya. Tuhan memberkati kita semua.

sumber : http://www.pelitahidup.com
%d blogger menyukai ini: