jump to navigation

Surat Untuk Mama Februari 3, 2010

Posted by pea in Surat.
trackback

Dear Mama

Saya tahu kalau mama akan merindukan ku,
tapi jangan berpikir kalau aku akan melupakan mama
atau berhenti menyayangi mama
hanya karena aku tidak berada disekitar mama
untuk mengatakan bahwa aku menyayangi mama.
Aku akan memikirkan mama setiap hari
dan aku akan menyayangi mama bahkan lebih tiap harinya.

Suatu hari kita akan bertemu kembali.
Jika mama mau mengadopsi anak, mama tidak akan kesepian
dia boleh menggunakan kamar ku dan semua permainan yang ku miliki.
Kalau mama mau mengadopsi anak perempuan,
mungkin dia tidak akan melakukan hal yang sama seperti anak laki-laki,
jadi mama harus membelikannya boneka dan permainan yang lainnya.

Jangan sedih saat mama memikirkan aku,
tempat ini benar-benar menyenangkan.
Nenek dan Kakek menemuiku segera setelah aku sampai disini dan membawaku berkeliling,
tapi akan butuh waktu yang lama untuk melihat semuanya yang ada disini.
Malaikat – malaikat disini sangat ramah.
Saya suka melihat mereka terbang.

Yesus tidak seperti gambar yang pernah aku lihat tentang Yesus,
tetapi aku tahu bahwa itu Dia setelah saya melihat-Nya.
Yesus membawa ku untuk menemui Tuhan.
Dan kau tahu Mama?
Saya duduk dipangkuan Tuhan dan berbincang dengan-Nya
layaknya aku ini seorang yang sangat penting.

Saya beritahu Tuhan bahwa saya ingin menulis surat untuk mama
untuk mengucapkan selamat tinggal dan menceritakan semuanya
tapi saya tahu bahwa itu tidak memungkinkan.
Tuhan memberi aku sebuah kertas dan juga pena pribadi-Nya yang aku pakai untuk menulis surat ini.
Saya pikir nama Malaikat yang akan mengirimkan surat ini ke mama adalah Gabriel.

Tuhan meminta aku untuk memberi mama jawaban atas satu pertanyaan yang mama tanyakan pada-Nya.
“Dimana Dia ketika aku membutuhkan-Nya ?”
Tuhan berkata, “Di tempat yang sama ketika Yesus berada di salib”.
Dia berada disana, seperti Dia selalu bersama semua anak – anak-Nya.

O ya Mama,
tidak ada orang lain yang bisa melihat apa yang tertulis di kertas ini kecuali mama
Untuk orang lain, ini akan terlihat seperti selembar kertas kosong.
Saya harus mengembalikan pena ini kembali kepada Tuhan sekarang
Dia harus menuliskan beberapa nama lagi dalam Buku Kehidupan.
Malam ini, saya akan duduk bersama Yesus untuk menikmati makan malam.
Saya yakin makanannya akan enak.

Saya hampir lupa memberitahukan mama.
Sekarang, saya tidak sakit lagi, kankernya telah hilang.
Saya bahagia karena saya sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit itu
dan Tuhan juga tidak tahan lagi melihat saya menderita kesakitan,
jadi Dia mengirimkan Malaikat Pengampun untuk menjemput ku
Malaikat itu mengatakan bahwa aku adalah kiriman yang special.

Anak mu terkasih
Jimmy

sumber : http://www.klinikrohani.com

%d blogger menyukai ini: