jump to navigation

Karya Kecil Tuhan Februari 2, 2010

Posted by pea in Mother Teresa, Tokoh.
trackback

Ia adalah karya kecil Tuhan. Tuhan ingin membuktikan melalui dia, bahwa Tuhan tidak pernah menginginkan anak – anak-Nya terjebak dalam kegelapan. Bahwa Tuhan tidak pernah menginginkan anak – anak-Nya tidak mengenal siapa Bapanya dari satu zaman ke zaman yang lain. Tuhan tidak menginginkan di satu tempat pun di sudut bumi ini, setiap manusia, setiap yang bernafas tidak mengenal Anak-Nya Yesus Kristus. Dan dia Mother Teresa adalah kasih Yesus, dia adalah janji setia.

Gonxa Agnes Bojaxhiu lebih dikenal dengan nama Mother Teresa, lahir di Üsküb, negara yang saat ini bernama Republik Kosovo pada tanggal 27 Agustus 1910. Mother Teresa adalah anak termuda dari tiga bersaudara oleh pasangan Nikollë (Kolë) and Dranafile Bojaxhiu. Mother Teresa mengetahui sejak kecil bahwa Yesus telah menjadi Cinta Pertamanya. Hal ini didukung dalam lingkungan keluarga yang mengutamakan kesalehan dan doa.

Tahun 1922 pada saat Mother Teresa berusia 12 tahun, ia menyadari panggilan Yesus kepadanya untuk mengabdi kepada kaum miskin. Mother Teresa memutuskan diri untuk bergabung dengan Yayasan Maria Perawan Terberkati (Komunitas Suster – Suster Loreto) pada tanggal 26 September 1928. Mother Teresa yang pada saat itu masih berusia 18 tahun menyadari penuh dan telah mempertimbangkan pilihan untuk menjadi Misionaris bersama keluarganya. Ia menyadari dan mengetahui bahwa menjadi misionaris berarti tidak akan pernah kembali. Nama Teresa adalan nama yang diambil atas kekagumannya dengan Karmelit dari Lisieux atau lebih dikenal sebagai “Bunga Kecil”. Dan ia adalah pelindung Mother Teresa. Dan tanggal 6 Januari 1929, Mother Teresa tiba dikalkuta untuk melayani yang paling malang diantara kaum malang.

“Kalau aku menjadi orang suci, pastilah aku salah satu orang suci untuk dunia gelap. Aku akan terus – terusan absen dari surga untuk menerangin mereka yang kegelapan di bumi”

Rasa kagum atas kesederhanaan dan ketulusan serta suka cita dan damai yang terpancar dari pribadi Mother Teresa menjadi sumber daya tarik tersendiri. Bahkan semua yang bertemu dengan Mother Teresa, meski baru sekali selalu memperoleh kesan bahwa ada sesuatu di balik tatapannya yang tajam.

Kepulangan Mother Teresa kepangkuan Bapa Surgawi, 5 September 1997, disertai oleh kegelapan diseluruh wilayah Kalkuta. Walaupun demikian, misi Mother Teresa tetap berlanjut dari surga, Mother Teresa masih tetap menanggapi panggilan Yesus “Datang dan Jadilah terang-Ku”. Dan sampai saat ini pun Mother Teresa membuat banyak orang di seluruh dunia terilhami. Mother Teresa Karya Kecil Tuhan.

%d blogger menyukai ini: