jump to navigation

Kitab Debata Asi – asi Kuning Januari 29, 2010

Posted by pea in Batak.
trackback

Kitab ini menerangkan tentang inti dari Kitab Batara Guru, Debata Sorisohaliapan, Mangala Bulan (Debata Natolu) dan induk dari segala kitab. Kitab ini juga berisi tentang ilmu pengetahuan manusia, karena manusia adalah titisan Debata Asi-asi.

Laklak Debata Asi-asi (Kitab Debata Asi-asi)

Debata Asi-asi ( Manuk-Manuk Hulambu jati atau Raja Pinang Habo ) adalah mahluk pertama yang diciptakan oleh Debata Mulajadi Nabolon, berparuh besi berkuku gelang yang berkilauan. Mengenai bentuknya, seperti kupu-kupu yang sangat besar dan mempunyai telur seperti periuk yang sangat besar, wajahnya seperti sarung bintang Rumariri. Kemudian kepada Debata Asi-asi, Mulajadi Nabolon pernah bersabda bahwa Debata Asi-asi ditakdirkan hanya bisa menerima segala kata-kata dari manusia. Memberkati manusia supaya selalu bergondang. Bila yang diinginkan gondang Debata Guru maka baju yang di gunakan harus berwarna hitam, Jika yang diinginkan gondang Debata Sori baju yang digunakan harus berwarna putih dan jika yang diinginkan gondang Debata Bulan maka baju yang digunakan harus berwarna merah. Biasanya permintaan atau ritual tersebut diatas dilaksanakan satu kali dalam setahun. Namun bukan dalam hal ini saja setiap manusia selalu membutuhkannya, tetapi dalam segala hal yang diperlukan. Dan apabila suatu hari nanti ada manusia yang bungkuk, yang buta, yang tuli, yang satu tangan dan yang satu kaki, maka mereka adalah golongan dari orang-orang yang menghinanya, tetapi apabila ada anak satu-satunya yang bersedih hati, manusia yang banyak keturunan, raja dan panglima maka mereka adalah orang-orang yang selalu bersyukur dan memanggilnya, sebab apa dan bagaimanapun manusia adalah titisannya.

Manusia akan kawin dan banyak keturunan, maka mereka akan memanggilmu : “ Wahai engkau Debata Asi-asi, Tuhan yang kusayangi, Tuhan tak dipanggil, Tuhan tidak diberi apa-apa, sebab engkau yang menutup ubun-ubun yang membuka mata, yang menerangkan pendengaran, yang membuka mulut, yang mengembangkan hati, yang membulatkan jantung dan memisahkan jari-jari bagi kami manusia. Berkatilah kami ” ! Kemudian Debata Asi-asi menjawab : “buatlah suratmu, surat sembilan belas itulah bekal hidup yang dapat digunakan dalam mengarungi hidupmu. Aku telah mengutus seluruh roh kedalam tubuhmu pada saat kau berada di kandungan ayahmu tiga bulan, dan di kandungan ibumu sembilan bulan yaitu :

  1. Raja Aksara 19+7 dikeningmu
  2. Tuan Diratte Bosi diubun-ubun
  3. Sirambo Nauppung dirambutmu
  4. Siataran Nabolak dimukamu
  5. Tuan Silinong-linong dimatamu
  6. Tuan Dikatu Holing di telingamu
  7. Tuan Dibatu Juguk dihidungmu
  8. Sidari Marduppang dibibirmu
  9. Singalu Ihataran di gigimu
  10. Sidari mengambat dilangkahmu
  11. Silobur Sirom-sirom di kerongkonganmu
  12. Raja Muda diotakmu
  13. Raja-Kuat di pusatmu
  14. Raja Alim di dadamu
  15. Si Aji Humik di hatimu
  16. Si Aji Runggu-runggu di jantungmu
  17. Si Aji Porjat ditelapak kakimu

dan engkau lahir ke bumi dengan empat saudaramu kelima dirimu sebab akulah yang menutup ubun-ubunmu membulatkan jantungmu mengembangkan hatimu, dan yang memisah jari-jarimu. Peliharalah seluruh roh yang ada padamu agar engkau arif sehat dan bijaksana.”

Di dalam kitab Debata Asi-asi ini terdapat juga ilmu perlindungan yang bernama ” Ilmu Kulambu Jati” yang mempelajari aksara 19 (sembilan belas) dan 9999 urat manusia. Menurut kitab ini, sebelum manusia lahir ke bumi lebih dahulu berputar di dalam kandungan ibu tujuh kali kemudian lahir. Ilmu yang dimiliki manusia seperti yang didalam kandungan, sebab manusia dalam kandungan terbungkus dan berada di tengah air. Dalam ilmu ini juga manusia dimasukkan kedalam air untuk menerima ilmu perlindungan :

  1. Orang yang menerima ilmu perlindungan tersebut dibawa ke laut atau ke danau. Kemudian di suruh menyelam, dan berputar tujuh kali di dalam air sambil berdoa memanggil 12 (dua belas) roh yang ada pada tubuh, jika berhasil, maka dia akan jauh dari mara bahaya.
  2. Setelah tiba dirumah orang tersebut diberi pelajaran tentang urat manusia, menurut orang batak urat manusia sama dengan urat ayam karena manusia berasal dari ayam selanjutnya mengajari tentang urat manusia dan ilmu perlindungan. Inilah ilmu perlindungan yang diberikan oleh Debata Asi-asi kepada manusia.
sumber : www.silaban.net
%d blogger menyukai ini: