jump to navigation

Kitab Batara Guru 1 Januari 27, 2010

Posted by pea in Batak.
trackback

Kitab ini berisi seluruh rahasia Allah tentang terjadinya bumi dan manusia beserta kodrat kehidupan dan kebijakan manusia yang tercermin pada Batara Guru yang mempunyai lambang hitam.  Seperti tertulis : “Wahai engkau Batara Guru engkaulah tempat bertanya, pengambilan hukum, keterangan, ramalan dari yang paling atas, dari Bukit Siunggas ke Bukit Parsambilan, dari embun yang tujuh-lapis, dari langit ke-tujuh, dari lembah Sitandiang menuju pohon Pakis yang tiga, dari hutan Pungu ke hutan tempat keramat dari Gua Sibada-bada, dari pohon kayu Simanualang, dari ujung dahan, dari ujung bumi, dari batu Garagajulu itulah tempat penyucianmu, dari rotan terbalik, dari tikar bambu duri, dari simpangan empat, dari rotan terbalik ke bintang yang bercabang ke Batu Sigiling-giling, dari pohon Kayu Junjung Buhit, dari pohon Hariara yang tumbuh di langit itulah jalanmu ke Benua Atas dan Benua Tengah. Jika kau turun ke Benua Tengah mengambil dan mengantar keperluan manusia maka lakukan dari Batu Siukkap-Ukkapon ke batu yang dilangkahi  yang datar tapak gadingnya. Itulah jalanmu mengambil dan mengantar kepada manusia, sebab engkaulah yang mempunya Telungkup, punya perahu besar berikat kepala kain yang diputar, punya Gajak Hitam, punya Burung Manggarjati (raja burung yang dapat berbicara). Dibukit Taman Aren, dibawah taman Sirih, jika suatu hari nanti manusia datang kepadamu berikanlah mereka kehidupan sebab engkaulah yang membuka pendengaran manusia, mengetahui kata-kata yang salah dan benar, juga membuka telinga manusia yang punya baju hitam dan kuda hitam”.

I. Isi Kitab Batara Guru

Adapun isi dari Kitab Batara Guru adalah, Pada awal permulaan zaman dahulu kala, tersebut nama Tuan Buki Nabolon, Raja Pinang Habo yang tidak pernah mati,tidak pernah tua, tidak laki-laki dan tidak perempuan bersandar dikayu Sikkam Mabarbar di Benua Holing. Pada saat itu Kayu Sikkam Mabarbar berulat, kemudian ulat tersebut jatuh ke dalam laut, dan menjadi asal mulanya ikan beserta segala yang hidup didalam air. Seiring dengan waktu yang tidak diketahui, kayu tersebut berulat lagi lalu ulatnya jatuh ke daratan dan menjadi asal mulanya jangkrik, lipan, hala, dll.

Kejadian tersebut terulang kembali, ulat dari Kayu Sikkam Mabarbar jatuh ke hutan belantara dan menjadi awal mulanya harimau, singa, gajah, babi hutan, dll. Seterusnya ulat tadi jatuh ke tanah datar merupakan awal mula dari kerbau, kuda, lembu, kambing, dll. Akhirnya ulat kayu tersebut jatuh dari langit menjadi tiga ekor burung besar dan mempunyai nama Manuk Patia Raja yang sangat besar, Manuk Hulambu Jati dan Manuk Mandoang-doang.

Kemudian Ompunta Raja Mulajadi Nabolon bersabda kepada Siboru Deak Parujar beserta anaknya tentang ke tiga ayam tadi :

  1. Apabila suatu hari nanti dari keturunanmu melihat paruhnya maka segera buat sebuah persembahan berupa Babi Simeneng-Eneng agar segala tanaman yang kamu tanam membuahkan hasil.
  2. Apabila dia menampakkkan perutnya, maka segera buat sebuah persembahan berupa ayam putih agar tidak terjadi mara bahaya.
  3. Apabila dia menampakkan kupingnya, maka segera buat sebuah persembahan berupa kambing putih agar tidak terjadi wabah penyakit.
  4. Apabila dia menampakkan jenggernya, maka segera buat persembahan berupa kuda merah agar tidak terjadi kelaparan.
  5. Apabila dia menampakkan ekornya, maka segera buat persembahan berupa kerbau agar tidak sampai niat jahat dari kekuatan roh dan manusia.
  6. Apabila dia menampakkan bulunya, maka segera buat persembahan berupa lembu agar tidak terjadi kegelapan.
  7. Apabila dia menampakkan badannya, maka segera buat persembahan berupa kerbau yang mempunyai empat pusaran agar manusia sehat dan mempunyai rejeki melimpah.”

Maka pada akhirnya dari pernyataan diatas, ketentuan tersebut akan menjadi rutinitas manusia kepada penghuni Benua Atas.

II. Kodrat Manusia

  1. Pada awalnya, permulaan manusia berasal dari ayam (Manuk Hulambu Jati) yang bertelur tiga butir. Setelah dieram selama satu tahun belum juga menetas. Kemudian tanah di Benua Atas bergetar dan terdengar suara bergema memanggil mereka agar dapat menetas/keluar dari dalam telur tersebut. Manuk Hulambu Jati (Debata Asi-asi) dengan suara bergema tersebut berkata : “Kalian bertiga akan Aku keluarkan tetapi apa yang Aku ucapkan saat mengeluarkan kalian semuanya akan terjadi”. Maka mereka yang ada didalam telur tersebut(Debata Natolu) menjawab: ” kami setuju asal kami bisa keluar “. Kemudian Debata Asi-asi melakukan langkah-langkah mengeluarkan mereka yaitu : Debata Asi-asi menyentuh bagian daerah kepala sambil berkata : “setiap manusia nantinya, akan ada yang kematian Suami, Istri dan Anak.
  2. Debata Asi-asi menyentuh bagian mata sambil berkata : “Setiap manusia akan menangis”
  3. Debata Asi-asi menyentuh bagian telinga sambil berkata : “akan ada manusia kelak yang tuli”.
  4. Debata Asi-asi menyentuh bagian mulut sambil berkata : “akan ada manusia kelak yang sumbing dan ompong”.
  5. Debata Asi-asi menyentuh bagian pipi sambil berkata : “setiap manusia akan merasa gatal”.
  6. Debata Asi-asi menyentuh bagian leher sambil berkata : “akan ada manusia menderita penyakit gondok”.
  7. Debata asi-asi menyentuh bagian bahu sambil berkata : “manusia kelak bersusah payah mencari hidupnya”.
  8. Debata Asi-asi menyentuh bagian dada sambil berkata : “akan ada manusia kelak yang lumpuh”.
  9. Debata Asi-asi menyentuh bagian punggung sambil berkata : “akan ada manusia kelak yang bungkuk”.
  10. Debata Asi-asi menyentuh bagian tangan sambil berkata : “akan ada manusia kelak yang menderita penyakit”.
  11. Debata Asi-asi menyentuh bagian kaki sambil berkata : “keluarlah, keluar dan keluar bagaikan bintang di langit dan pasir di tepi laut, demikianlah banyaknya keturunanmu”.

Selanjutnya keluarlah tiga manusia laki-laki dari telur tersebut.

Demikian juga halnya pada saat Manuk Hulambu Jati mengeram tiga potong bambu hingga keluarlah tiga orang wanita dari bambu tersebut, yaitu Siboru Porti Bulan, Boru Malimbin Dabini dan Siboru Anggasana. Debata Asi-asi berkata: “Kelak kamu akan susah payah untuk melahirkan anakmu tapi ingatlah Aku akan hadir pada setiap wanita yang melahirkan”.

III. Suratan Manusia.

Raja Mulajadi Nabolon duduk di singgasana Benua Atas bersandar di Kayu Sikkam Mabarbar (Kayu Hariara) dan akarnya berjumlah dua puluh enam pada bumi di Batu Manggar Jadi, dahannya ada delapan, rantingnya tiga puluh dan mempunyai buah dua belas. Kedelapan dahannya persis mengikuti arah mata angin antara lain :

  1. Dahan ke arah Timur berupa Mas
  2. Dahan ke arah Tenggara berupa Suasa
  3. Dahan ke arah Selatan berupa Perak
  4. Dahan ke arah Barat Daya berupa Batu
  5. Dahan ke arah Barat berupa Tima
  6. Dahan ke arah Barat Laut berupa Tembaga
  7. Dahan ke arah Utara berupa Besi
  8. Dahan ke arah Timur Laut berupa Kayu

Suratan kehidupan manusia dituliskan di dalam pohon kayu tersebut, antara lain :

  1. Suratan manusia sebagai raja besar yang tak kurang suatu apapun tertulis di sebelah Timur.
  2. Suratan manusia sebagai raja biasa tertulis di sebelah Tenggara.
  3. Suratan manusia menjadi orang yang sangat kaya, tertulis di sebelah Selatan.
  4. Suratan manusia menjadi orang kaya biasa tertulis di sebelah Barat Daya.
  5. Suratan manusia menjadi seorang dukun tertulis di sebelah Barat.
  6. Suratan manusia menjadi rumah tangga yang harmonis tertulis di sebelah Barat Laut.
  7. Suratan manusia yang mempunyai banyak suami dan banyak istri tertulis di sebelah Utara.
  8. Suratan manusia menjadi orang miskin tertulis di sebelah Utara.
  9. Suratan manusia para pembantu tertulis di sebelah Timur Laut.
  10. Suratan manusia yang berumur panjang tertulis di Akar.
  11. Manusia yang berumur pendek tertulis di Dahan.
  12. Manusia yang baru punya anak kemudian meninggal tertulis di Kayu.
  13. Manusia yang meninggal saat muda tertulis di Ranting.
  14. Manusia yang meninggal saat remaja tertulis di Pucuk.
  15. Manusia yang meninggal saat belajar remaja tertulis di Daun.
  16. Manusia yang meninggal saat anak-anak tertulis pada Daun yang sudah tua.
  17. Manusia yang meninggal saat belajar berjalan tertulis pada Tangkai Daun.
  18. Manusia yang meninggal saat belajar melangkah tertulis pada Daun yang sudah tua.
  19. Manusia yang meninggal saat belajar berdiri tertulis pada Daun yang hendak lepas.
  20. Manusia yang meninggal saat sudah bisa duduk tertulis pada Tangkai daun yang sudah tua.
  21. Manusia yang meninggal saat merangkak tertulis pada ujung Daun yang sudah tua.
  22. Manusia yang meninggal saat belajar merangkak tertulis pada Daun yang hendak jatuh.
  23. Manusia yang meninggal saat bisa berbicara tertulis pada Daun yang sudah busuk.
  24. Manusia yang meninggal dari kandungan tertulis pada Daun yang sudah jatuh.
  25. Manusia yang di masuki roh tertulis pada Dahan yang bercabang.
  26. Perempuan yang dapat mengobati tertulis pada Ranting yang sudah tua.
  27. Manusia yang sakti tertulis pada Buah yang bagus.
  28. Manusia penakut dan orang bodoh tertulis pada Buah yang tidak bagus.
  29. Manusia pencuri tertulis pada buah yang hendak jatuh.

Demikianlah suratan tangan hidup manusia, pada dasarnya setiap manusia yang lahir ke dunia ini tidak mengetahui kelak apa yang akan di alami.

sumber : http://www.silaban.net
%d blogger menyukai ini: